Minimalisir Aksi Bunuh Diri, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Fly Over

Berita / 10-Mar-2026




Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menugaskan pihak Kecamatan Bandung Wetan untuk memantau terus salah satu fly over. Sebab, belakangan salah satu jalan layang di Kota Bandung tersebut marak dijadikan lokasi bunuh diri dan percobaan bunuh diri.  

"Hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri di Bandung, khususnya di ada lokasi tertentu. Ini sangat mengkhawatirkan. Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli setiap hari," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Senin (9/3/2026) malam. 

Lantaran bukan milik Pemerintah Kota Bandung, Farhan mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menambah pengamanan di salah satu jembatan layang tersebut.  "Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat, karena jembatan tersebut milik pemerintah pusat. Untuk tahap awal mungkin kita pasang CCTV dulu, sambil secara teknis kita kaji apakah memungkinkan untuk meninggikan pengamannya," tuturnya. 

Meski demikian, Farhan mengatakan bukan tidak mungkin aksi percobaan bunuh diri tidak terulang kembali meski pengamanan jalan di fly over ini ditambah. 

"Saya juga khawatir, kalau pengaman ditinggikan, tetap saja bisa dipanjat. Jadi memang harus dipikirkan matang-matang. Misalnya memasang jaring di bawahnya juga tidak semudah itu, karena jaring harus kuat menahan orang. Selain itu, bisa saja orang tersebut sudah membentur badan jembatan sebelum sampai ke jaring. Jadi memang banyak aspek teknis yang harus dipertimbangkan," ucapnya. 

Selain itu, Farhan juga akan melakukan koordinasi bersama Polrestabes Bandung untuk tetap siaga mengawasi jalan layang Pasupati dari percobaan bunuh diri. 

"Sepertinya kita juga harus berdiskusi dengan pihak Polrestabes, karena Polrestabes memiliki satuan psikolog. Kami perlu berdiskusi bagaimana caranya agar jembatan layang ini tidak dikenal sebagai tempat orang melakukan bunuh diri," tuturnya. 

Farhan menambahkan, Pemerintah Kota Bandung akan segera melakukan deteksi dini terutama kepada siswa-siswa sekolah untuk memastikan adanya potensi gangguan kejiwaan yang dialami siswa siswi di Kota Bandung sejak di bangku sekolah.

"Maka yang kami lakukan sebenarnya adalah mengkurasi sejak mereka masih anak-anak di sekolah. Survei membuktikan bahwa ada sekitar 75.000 anak sekolah dari tingkat SD sampai SMA di Kota Bandung, dari berbagai level, yang mengalami stres ringan hingga depresi berat," tuturnya.  Farhan menjelaskan, bunuh diri merupakan tindakan akumulasi dari stress dan depresi yang sudah tidak bisa dibendung. 

 

 

pic source: metrotvnews.com


Program