Berita / 12-Jan-2026
Longsor terjadi di jalur pendakian Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis (8/1/2026) sore. Aparat kepolisian mengingatkan para pendaki yang hendak menuju kawasan Hutan Mati dan Pondok Salada untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area yang terdampak longsoran.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan saat dihubungi pada Minggu (11/1/2026) siang. Ia menegaskan bahwa meski jalur pendakian masih dibuka, potensi bahaya tetap perlu diantisipasi oleh para pendaki.
“Kami mengimbau pendaki agar berhati-hati saat melintas di lokasi longsoran,” kata Masrokan.
Menurut Masrokan, longsoran berasal dari tebing setinggi kurang lebih 100 meter di jalur menuju Hutan Mati. Kondisi tersebut dinilai masih berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama apabila terjadi getaran di sekitar lokasi.
“Kemarin longsornya juga bukan terjadi saat hujan. Kalau ada getaran, bisa berpotensi terjadi longsor susulan,” ujarnya.
Meski demikian, Masrokan menyebut aktivitas pendakian ke Gunung Papandayan hingga kini masih dibuka oleh pengelola karena dinilai relatif aman. Jalur pendakian yang sempat tertutup material longsoran telah dibersihkan dan kini sudah dapat dilalui kembali oleh para pendaki.
Material longsoran sebelumnya sempat menutup jalur pendakian sepanjang kurang lebih 100 meter.
Gunung Papandayan sendiri dikelola oleh PT Asri Indah Lestari (AIL) sejak 2016. Pengelolaan tersebut ditandai dengan sejumlah perbaikan fasilitas, mulai dari jalur pendakian, penginapan, kolam renang, hingga fasilitas pendukung lainnya di kawasan wisata alam tersebut.
Sementara itu, Manajer Operasional PT AIL, Aminta Kaban, yang dihubungi melalui aplikasi pesan hingga Sabtu (10/1/2026), belum memberikan respons terkait permintaan konfirmasi mengenai kondisi dan keamanan jalur pendakian Gunung Papandayan.
pic source: bandung.kompas.com
© by DuniaDataDigital