Siswa Dilarang Membawa Motor ke Sekolah Pengamat: Harus Ada Pembenahan Transportasi Publik

Berita / 23-Feb-2026




Pengamat kebijakan pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang siswa membawa motor ke sekolah, memakai knalpot brong, dan membawa minuman keras.

Namun demikian, Cecep menilai kebijakan tersebut harus dibarengi dengan perbaikan transportasi umum dan penguatan pendidikan karakter.

''Saya setuju. Tapi tidak cukup di situ tapi harus ada pembenahan dari sisi transportasi publik, kemudian pendidikan karakter," ujarnya.

Menurut Cecep, kebijakan itu merupakan langkah pencegahan, Meski begitu, larangan saja tidak akan menyelesaikan semua masalah kenakalan remaja.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya saja melarang, tetapi juga memberi solusi, Salah satunya dengan menyediakan transportasi umum yang mudah dan murah untuk pelajar.

"Pak Gubernur juga menyediakan transportasi publik, ya kalau bisa gratis, tapi terjangkau oleh para siswa. Misalnya ada bus khusus untuk sekolah ke daerah mana-mana (pelosok) disiapkan, kalau itu jauh banget," ucap Cecep.

Selain itu, ia menilai anak muda saat ini kurang memiliki ruang publik untuk menyalurkan potensi-potensi siswa dengan kegiatan yang positif.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melengkapi fasilitas sekolah dan membuka ruang publik yang mudah diakses siswa.


 

pic source: kompas.com

 


Program