Berita / 04-Mar-2026
Suasana haru dan penuh keheningan menyelimuti ruang VIP lantai 3 RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). Di tengah luka fisik dan trauma mendalam akibat kecelakaan maut antara sepeda motor warga dan motor gede (moge) Harley Davidson, pemilik rokok HS, Muhammad Suryo, menyampaikan komitmen tulusnya untuk menganggap keluarga korban sebagai bagian dari keluarganya sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Suryo melalui sambungan video call dari Rumah Sakit JIH, tempat ia masih menjalani perawatan intensif pascainsiden di simpang Melangsen, Palihan. Meski terpisah jarak sekitar 40 kilometer, Suryo yang masih terpasang selang oksigen tampak emosional dan beberapa kali menahan tangis saat berbincang dengan korban, Aab Abdullah, beserta keluarganya.
"Saya sudah kehilangan istri. Kita jadi keluarga ya, Bu. Rumah saya terbuka untuk semua keluarga," ujar Suryo dengan suara bergetar kepada istri Aab, Suryati Julia Wijayanti, yang terhubung melalui layar ponsel.
Kecelakaan tragis itu memang merenggut nyawa istri Suryo, Anis Syarifah. Namun, duka yang begitu mendalam tidak menghalangi niat silaturahmi dan upaya menjaga hubungan baik antara kedua belah pihak. Dalam percakapan virtual tersebut, tidak terdengar nada amarah ataupun saling menyalahkan, melainkan pertukaran permintaan maaf yang tulus dan penuh empati.
"Jangan putus, jangan putus. Tetap silaturahmi ya, Mas. Saya sudah kehilangan istri, jadi silaturahmi kita jangan sampai terputus ya, Pak," kata Suryo dengan suara tertahan, berusaha tegar di tengah rasa kehilangan yang besar.
Aab Abdullah, yang saat itu terbaring lemah dengan kaki dan tangan terbalut gips akibat operasi patah tulang, juga menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian istri Suryo. Meski rasa nyeri pascaoperasi belum sepenuhnya reda dan kondisi fisiknya masih terbatas, Aab tetap berusaha membalas permintaan maaf tersebut dengan lirih.
"Saya juga minta maaf, Pak," ucapnya pelan, disertai tatapan haru.
Iktikad baik keluarga besar Muhammad Suryo tidak berhenti pada ungkapan belasungkawa dan permintaan maaf semata. Perwakilan keluarga Suryo, Dandan Jaya Kartika, hadir langsung di RSUD Wates untuk menjenguk Aab dan putranya, Deva Nadil (10), yang juga mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut.
Kedatangan mereka turut didampingi oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Dalam kesempatan itu, Dandan menegaskan bahwa keluarga Suryo berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan Aab serta Deva hingga keduanya dinyatakan benar-benar pulih total.
Janji tersebut menjadi simbol bahwa di tengah tragedi dan kehilangan, nilai kemanusiaan serta silaturahmi tetap bisa dijaga dan diperkuat.
Bahkan, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus wujud kasih sayang sebagai “keluarga baru”, Deva dijanjikan beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Komitmen tersebut disampaikan sebagai bagian dari dukungan jangka panjang agar masa depan Deva tetap terjamin meski harus melalui peristiwa tragis ini.
Selain menanggung seluruh biaya medis dan perawatan hingga sembuh total, pihak Suryo juga memastikan seluruh kerugian material akibat kecelakaan akan diganti sepenuhnya tanpa pengecualian. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik kepada keluarga korban.
Saat ini, kondisi kedua belah pihak dilaporkan mulai stabil dan berangsur membaik meski masih dalam masa pemulihan. Pertemuan singkat yang terjalin melalui layar ponsel itu menjadi saksi bahwa di tengah tragedi yang merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam, masih ada ruang untuk saling menguatkan, memaafkan, dan merajut kembali tali silaturahmi yang nyaris terputus.
pic sources: regional.kompas.com
© by DuniaDataDigital