Berita / 04-Mar-2026
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengambil keputusan untuk membatasi sementara proyek galian Infrastruktur Pasif Terpadu hingga 5 Maret 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan warga, terutama menjelang arus mudik dan mobilitas tinggi saat Idulfitri. Kebijakan tersebut muncul setelah banyak keluhan dari masyarakat terkait lubang terbuka dan gangguan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.
Muhammad Farhan menegaskan, semua titik galian yang sudah dikerjakan harus dirapikan segera agar tidak membahayakan pengguna jalan. “Kita batasi sementara sampai 5 Maret. Tapi semua titik yang sudah digali harus dirapikan. Tidak boleh ada yang dibiarkan terbuka dan membahayakan warga,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan komitmen pemerintah kota untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Pemerintah Kota Bandung memastikan percepatan perapian dilakukan sebelum arus mudik Lebaran meningkat signifikan. PT Bandung Infra Investastama pun bekerja lebih cepat di beberapa ruas jalan yang masih dalam tahap pengerjaan galian, dengan tujuan menutup seluruh bekas galian secara rapi dan aman.
“Saat ini kita percepat di ruas-ruas jalan yang tengah ada pekerjaan galian. Targetnya sebelum Lebaran, semua titik sudah rapi dan aman dilalui,” tambah Wali Kota. Kebijakan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti jalan yang lebih aman, risiko kecelakaan berkurang, serta aktivitas mudik dan transportasi warga berjalan lancar.
Langkah ini juga sekaligus merespons keresahan warga yang sebelumnya khawatir terhadap kondisi jalan berlubang menjelang hari raya, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan publik. Dengan koordinasi antara pemerintah kota dan pihak kontraktor, diharapkan seluruh proyek galian dapat selesai tertib sebelum puncak arus mudik, sehingga warga dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.
pic sources: jabarprov.go.id
© by DuniaDataDigital