Berita / 06-Apr-2026
PT KCIC memastikan bahwa berhentinya kereta tersebut bukan karena gangguan mesin, melainkan langkah antisipatif untuk membersihkan jalur dari benda asing yang terbawa angin kencang.
Sistem sensor keselamatan Whoosh mendeteksi keberadaan lembaran seng yang masuk ke jalur kereta akibat cuaca ekstream.
"KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan di KM 126+383 sekitar wilayah Kopo pada Jumat, 3 April pukul 16.45 WIB untuk memastikan keselamatan perjalanan, akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstream," ujar Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa.
Penanganan tersebut berlangsung sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, jalur dipastikan kembali steril dan aman untuk dilalui.
Kondisi ini mengakibatkan beberapa pohon tumbang di jalan protokol, namun prasarana Whoosh dipastikan tidak mengalami kerusakan.
Eva menegaskan bahwa masuknya benda ringan seperti seng ke area jalur adalah dampak dari angin kencang, namun infrastruktur tetap dalam kondisi prima.
KCIC menjamin keamanan perjalanan melalui teknologi pemantauan yang terintegrasi di Operation Control Center (OCC). Sistem ini dirancang untuk merespons segala potensi bahaya secara otomatis.
"KCIC menegaskan bahwa seluruh jalur Whoosh tetap aman dan dipantau melalui berbagai sistem keselamatan berlapis. Sistem tersebut meliputi sensor deteksi benda asing, sensor hujan dan angin kencang, serta sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan kontrol perjalanan," tutur Eva.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pascakejadian, seluruh prasarana dinyatakan andal.
Hingga saat ini, arus penumpang dari arah Bandungmenuju Jakarta terpantau tetap padat, terutama dari Stasiun Padalarang pasca libur panjang.
pic source:jawapos.com
© by DuniaDataDigital