Berita / 12-Feb-2026
Pemerintah Indonesia kini jadi sorotan dunia setelah menyatakan kesiapan untuk mengirim sekitar 8.000 anggota TNI sebagai bagian dari pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian kapan pasukan tersebut akan dikirim. Rencana itu masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta menunggu mandat internasional yang jelas dan keputusan resmi Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Kabiro Humas Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, detail soal jadwal keberangkatan dan komposisi pasukan belum bisa diumumkan sementara ini. Pihak kementerian akan menyampaikan ke publik setelah ada keputusan resmi yang ditetapkan.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut bahwa Indonesia memang tengah mempersiapkan diri jika sewaktu‑waktu kesepakatan internasional tercapai dan pengiriman pasukan diperlukan. Jumlah itu kemungkinan sekitar angka 8.000 personel, yang nantinya akan bergabung dengan pasukan dari negara lain dalam misi tersebut.
Media internasional juga ramai memberitakan rencana TNI dalam pasukan perdamaian tersebut, dengan beberapa laporan menyebut Indonesia bisa menjadi salah satu kontributor awal pasukan keamanan internasional untuk kawasan Gaza.
Meski begitu, hingga kini belum dibahas secara detail mengenai penempatan pasukan atau waktu konkret pelaksanaan. Semua itu masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah dan hasil koordinasi dengan pihak internasional terkait kerangka misinya.
pic source:detik.com
© by DuniaDataDigital