Iran Siap Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS, Tegaskan Tolak “Zero Enrichment” Uranium

Berita / 09-Feb-2026




Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik setelah kedua pihak menggelar dialog tidak langsung di Oman. Ia mengatakan putaran negosiasi lanjutan akan digelar pada awal pekan depan, sebagaimana disampaikan kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke Mar-a-Lago, Florida, Minggu (8/2/2026). Iran menyatakan berharap ada lebih banyak negosiasi dengan AS dan memuji "suasana positif" selama sehari pembicaraan di Oman. Sebelumnya, delegasi AS dan Iran menggelar pertemuan di Muscat Jumat lalu, dimediasi oleh Oman, tanpa bertemu langsung secara publik.

Selanjutnya, tak lama setelah pembicaraan berakhir, AS mengumumkan sanksi baru terhadap entitas dan kapal pengiriman, yang bertujuan untuk mengekang ekspor minyak Iran. Trump menandatangani perintah eksekutif Jumat lalu yang memungkinkan AS mengenakan tarif terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, termasuk China, Jerman, dan Uni Emirat Arab. Langkah ini muncul bersamaan dengan pembicaraan pertama AS-Iran sejak keterlibatan AS dalam konflik Israel-Iran pada Juni, meski hubungan langsungnya belum jelas. Iran memperingatkan potensi ancaman baru, sementara Trump menegaskan, “Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya sangat berat.”

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran di Muscat, menyatakan pembicaraan difokuskan pada program nuklir Iran, yang Teheran tegaskan bersifat damai. Delegasi AS, dipimpin utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan Jared Kushner, juga membahas dukungan Iran terhadap kelompok militan, program rudal balistik, dan perlakuan terhadap demonstran. Araghchi menyebut suasana sangat positif, pertukaran argumen berjalan baik, dan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi. Ia berharap AS menahan diri dari ancaman agar pembicaraan dapat berlanjut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Teheran menolak menghentikan pengayaan uranium atau ‘zero enrichment’ dalam negosiasi dengan AS, sambil menolak intimidasi ancaman perang. Araghchi menyatakan Iran kurang percaya pada Washington dan meragukan keseriusan AS dalam negosiasi. Ia menekankan, “Tidak ada yang berhak mendikte perilaku kita,” dan pengerahan militer AS di kawasan, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, tidak menakutkan Iran. Menurut Al Jazeera, Iran menolak tuntutan AS untuk pengayaan nol, dan kedua pihak justru membahas opsi pengenceran stok uranium yang ada sebagai solusi teknis.

 

pic source: detik.com


Program