Berita / 09-Feb-2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, sekitar 54 juta warga miskin dan rentan dari kelompok Desil 1–5 belum terdaftar sebagai penerima BPJS Kesehatan PBI. Sebaliknya, sekitar 15 juta warga dari kelompok menengah atas hingga kaya (Desil 6–10) justru masih tercatat menerima bantuan tersebut. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026), berdasarkan data DTKS.
Gus Ipul mengatakan pemerintah masih perlu melakukan kroscek data secara lebih luas. Sepanjang 2025, Kemensos baru memverifikasi sekitar 12 juta KK, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK. Karena itu, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat verifikasi dan validasi data, meski dinilai belum sepenuhnya optimal. Upaya tersebut diikuti pengalihan kepesertaan secara bertahap sejak Mei 2025 hingga Januari 2026, yang berhasil menurunkan tingkat kesalahan inklusi dan eksklusi secara signifikan.
Gus Ipul menjelaskan, exclusion error adalah warga yang seharusnya menerima PBI tetapi tidak terdaftar, sedangkan inclusion error adalah warga yang tidak berhak namun justru menerima PBI. Ia menyebut tingkat kesalahan tersebut terus menurun jika mengacu pada data desil. Meski demikian, masih terdapat penerima di atas desil 5 serta kelompok yang belum diranking, termasuk sekitar 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya tetap ditanggung PBI JK.
© by DuniaDataDigital