Berita / 05-Feb-2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target ambisius untuk transportasi publik ibu kota dengan menargetkan operasional 10 ribu bus listrik Transjakarta pada tahun 2029. Menurut Pramono, langkah ini sejalan dengan upaya menghadirkan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh masyarakat Jakarta yang semakin bergantung pada angkutan massal.
Ia menambahkan, penambahan armada bus, termasuk bus listrik, merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah penumpang transportasi publik di Jakarta, yang saat ini mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pramono juga mengakui bahwa masyarakat kerap mengeluhkan lamanya waktu tunggu bus Transjakarta, terutama pada jam-jam sibuk.
“Dua faktor utama memengaruhi kondisi ini,” jelas Pramono. “Pertama adalah musim hujan yang sering mengganggu operasional bus dan memicu keterlambatan, sementara faktor kedua adalah lonjakan jumlah penumpang yang signifikan akibat kebijakan tarif gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu.”
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa peningkatan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta yang pesat membuat durasi menunggu bus menjadi lebih lama dari biasanya, sehingga penumpang membutuhkan penyesuaian dalam manajemen armada dan jadwal keberangkatan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menambah armada Transjakarta secara bertahap guna mengurangi waktu tunggu penumpang, sekaligus memastikan bahwa layanan transportasi umum lebih nyaman, aman, dan efisien bagi masyarakat.
pic sources: news.detik.com
© by DuniaDataDigital