Kurangi Ketergantungan Digital, SRMP Pamekasan Larang Gawai

Berita / 16-Apr-2026




Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, Jawa Timur, menerapkan kebijakan tegas berupa larangan bagi seluruh siswa untuk membawa gawai ke lingkungan sekolah maupun asrama. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan fokus siswa dalam kegiatan belajar, mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital, serta mencegah kemungkinan akses terhadap konten negatif yang tidak sesuai dengan usia mereka.


Kepala sekolah, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan bahwa aturan tersebut sebenarnya telah diberlakukan sejak awal pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Namun, siswa masih diberikan kelonggaran pada tiga hari pertama masa masuk sekolah untuk menggunakan gawai, khususnya dalam rangka pengisian data awal atau talent DNA. Setelah masa tersebut berakhir, seluruh gawai wajib diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing.


Untuk memastikan komunikasi antara siswa dan keluarga tetap berjalan dengan baik, pihak sekolah menyediakan jalur komunikasi melalui wali asuh atau wali siswa. Selain itu, guna mendukung kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi, sekolah telah menyediakan fasilitas laptop yang dapat digunakan oleh seluruh siswa selama proses belajar berlangsung.


Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga bertujuan memperkuat interaksi sosial secara langsung di lingkungan sekolah, baik antar siswa maupun antara siswa dan guru. Dengan tidak adanya gawai, siswa diharapkan lebih aktif berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Meski pada awalnya sebagian siswa merasa kurang nyaman karena terbiasa menggunakan gawai dalam keseharian, seiring berjalannya waktu mereka mulai beradaptasi. Dengan pendampingan yang konsisten dari wali asuh dan pihak sekolah, para siswa kini perlahan terbiasa menjalani aktivitas tanpa ketergantungan pada perangkat digital.

 

Pic Sources: antaranews.com


Program