NTB Dorong Kemandirian Pangan dengan Program Hilirisasi Unggas

Berita / 17-Jan-2026




Peternak memberikan pakan kepada ayam di salah satu peternakan di Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2025). Kementerian Pertanian memastikan pasokan dan distribusi bibit ayam di seluruh Indonesia tetap aman dan terkendali, dengan produksi ayam ras pedaging nasional hingga Oktober 2025 mencapai 372.867 ton. Sementara kebutuhan nasional sekitar 325.641 ton, sehingga tercatat surplus sebesar 47.226 ton. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/YU.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah provinsi terus mendorong kemandirian pangan melalui pengembangan program hilirisasi unggas terintegrasi di Kabupaten Sumbawa.Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi, menjelaskan bahwa hilirisasi unggas menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah.

“Selama ini, NTB masih bergantung pada pasokan telur dan daging ayam dari daerah lain. Program hilirisasi ini menjadi tonggak kebangkitan sektor perunggasan di NTB,” ujar Riadi di Mataram, Sabtu. Fasilitas hilirisasi unggas ini dibangun di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa, sebagai bagian dari upaya penguatan produksi lokal.

Riadi menjelaskan, pembersihan lahan serta pembangunan jalan akses sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter telah selesai dilakukan di BPT-HMT Serading sesuai standar teknis yang berlaku.

Ia menambahkan, lokasi tersebut akan menjadi pusat pembangunan fasilitas parent stock layer, yakni pemeliharaan ayam sebagai tahap awal pengembangan program hilirisasi unggas di daerah.“Hilirisasi unggas ini juga bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan daging ayam dan telur dalam Program Makan Bergizi (MBG),” ujar Riadi.

Peletakan batu pertama untuk proyek hilirisasi unggas akan dilakukan secara serentak dengan format hibrida, melibatkan beberapa provinsi yang menerima alokasi tahap pertama, dan akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

NTB mendapat alokasi pembangunan berupa 2 unit parent stock, 1 unit grand parent stock, 1 unit fasilitas pakan, 5 unit pullet layer, 5 unit +RPHUCS, serta 1 unit fasilitas pengolahan daging dan 1 unit pengolahan telur.

 

pic sources: antaranews.com


Program