Berita / 31-Mar-2026
Sebanyak tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dilaporkan gugur dalam insiden terpisah di wilayah Lebanon selatan. Salah satu insiden diduga akibat serangan artileri militer Israel.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan UNIFIL tetap menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB meski berada dalam kondisi yang sangat berbahaya.
“Pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan dalam situasi yang sangat berisiko,” ujar Lacroix dalam konferensi pers di New York, Senin (31/3/2026).
Lacroix menjelaskan, dua personel TNI meninggal dunia setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, wilayah Sektor Timur Lebanon. Insiden tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, satu hari sebelumnya, seorang personel TNI lainnya dilaporkan tewas akibat ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, yang juga berada di Sektor Timur. Dalam kejadian tersebut, satu personel lainnya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif. Sejumlah media lokal Lebanon melaporkan bahwa ledakan di pangkalan tersebut diduga berasal dari serangan artileri militer Israel.
Pic Sources: international.sindonews.com
© by DuniaDataDigital