Siswa di Kaltara Soroti Jalan Rusak, Minta Pemerintah Segera Perbaiki

Berita / 02-Feb-2026




Sebuah video yang kini viral menampilkan seorang siswa SMP di perbatasan Indonesia-Malaysia melakukan aksi dan berorasi di tengah jalan berlumpur tanpa mengenakan alas kaki. Dalam aksinya, siswa tersebut menyuarakan tuntutan agar jalan di wilayahnya segera diperbaiki.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/1/2025). Siswa bernama Gilbert Christian berdiri di ruas jalan antara Pa’ Kebuan dan Long Umung, yang kondisinya sangat memprihatinkan—tanah liat becek dengan lubang-lubang dalam yang menyulitkan warga melintas. Kondisi jalan yang buruk memaksa Gilbert melepas sepatunya agar dapat berdiri dengan stabil saat menyampaikan orasinya. Aksi itu turut didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan pakaian adat Dayak Lundayeh. Mereka juga membentangkan poster berisi tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto agar memperhatikan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tersebut.

Dalam aksinya, Gilbert Christian, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur, menekankan bahwa bagi pelajar di wilayah perbatasan, perbaikan infrastruktur jauh lebih penting dibanding program makanan bergizi gratis yang digulirkan pemerintah. “Kami tidak butuh makanan bergizi gratis, yang kami perlukan adalah jalan yang layak!” teriak Gilbert lantang. Kepala Desa Pa’ Betung, Aprem Rining, membenarkan bahwa aksi tersebut merupakan inisiatif murni dari warga dan para siswa yang sudah lama jenuh dengan kondisi jalan yang buruk.

“Aksi ini lahir dari kepedulian mereka sendiri. Setiap hari mereka harus melewati jalan itu untuk pergi ke sekolah, bisa sampai satu jam perjalanan. Motor sering terperosok, bahkan banyak yang harus berjalan kaki tanpa sepatu karena lumpur sangat dalam.” 

Dalam aksinya, warga menyerahkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo berisi empat poin utama: terpenuhinya hak dasar masyarakat perbatasan, pemerataan pembangunan jalan dari APBN, percepatan komitmen pemerintah, dan kehadiran nyata di lapangan, bukan sekadar “melihat Krayan di atas peta.”

“Warga tidak menolak program pemerintah, tapi skala prioritas penting. Hasil bumi di Krayan cukup untuk kebutuhan pangan. Anggaran makanan gratis sebaiknya dialihkan dulu untuk membangun jalan. Kami ingin pembangunan merata seperti di Jawa,” tegas warga.

 

pic sources: news.detik.com


Program